monggo cari yang ingin anda baca

Sabtu, 09 November 2013

Suami Bu Atut Meninggal. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un..
cobaan yang bertubi-tubi bagi bu Atut.
saya turut berduka cita, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.

tapi terlepas dari ini, saya hanya ingin melihat 'kebenaran' di dunia perpolitikan Banten.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suami Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, Hikmat Tomet meninggal dunia, Sabtu (9/11) pukul 15.15 WIB. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta.
Juru bicara keluarga, Fitron Nur Ikhan mengatakan, Hikmat terkena strokedan dirawat di rumah sakit dalam satu bulan terakhir. "Kami belum membahas pemakaman, tapi jenazah akan dibawa ke kediaman pribadi di Jalan Bhayangkara no 51, Cipocok, Serang," tutur Fitron, Sabtu petang
Hikmat adalah anggota Komisi V DPR periode 2009-2014. Ia menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Banten 2009-2014.
Selain sebagai anggota Dewan dari Fraksi Golkar, Hikmat Tomet juga rencananya akan maju lagi dalam Pemilu 2014 mendatang sebagai caleg di Daerah Pemilihan Banten II dari Partai Golkar. Saat ini keluarga sudah berkumpul dan jenazah akan dimandikan.


Rabu, 06 November 2013

mengenal BANTEN bukan dari media


kamu kenal Banten?
Sebuah provinsi yang baru berusia “remaja” ini terletak di ujung barat pulau Jawa, berbatasan langsung dengan ibukota negeri ini. Lalu apa yang kamu ketahui tentang Banten? Sampai saat ini saya sendiri masih menemui kebanyakan orang mengira Banten itu masuknya Jawa Barat, Banten itu Kota, Banten itu debus, bahkan ada yang bilang Banten itu korupsi.
Mungkin pernyataan yang terakhir itu memang benar adanya. Lihat saja media-media yang memberitakan tentang Banten beberapa waktu lalu, sudah jelas judulnya adalah “KORUPSI”. Namun yang bikin miris adalah kasus tersebut pati hubungannya dengan pemimpin Banten ini, bu Atut. Coba perhatikan media mana yang tidak menyebutkan nama “Atut” ketika memberitakan korupsi di Banten? Mungkin tidak ada.
Saya sebenarnya khawatir dengan media yang memberitakan tersebut. Bukan khawatir tentang korupsinya tapi lebih dari itu saya khawatir orang (luar Banten) akan berpandangan negatif terhadap tanah kelahiran saya ini. Media hanya mengekspos sesuatu yang buruk berulang-ulang seolah-olah menjudge bahwa Banten seperti itu adanya.
Kebenaran akan kasus korupsi itu saya tidak tahu bagaimana kelanjutannya, biarkan pihak yang berwenang mengatasinya, saya tak mau suuzon. Tapi saya tentu tidak ingin nama Banten tercoreng, orang-orang (luar Banten) terus dicekoki pemberitaan media mengenai Banten yang cenderung negatif. Saya malu jika mengatakan “dari Banten” dan orang akan mengatakan “yang korupsi itu ya?” tentu saya tidak ingin.
Saya asli orang Banten, lahir di Banten dan sudah tinggal di Banten sampe kelas 3 SMA. Jadi cukup tau lah bagaimana banten dari dulu sampai sekarang. Disini saya tidak akan membahas korupsi, yang tadi sebagai muqoddimah saja.  :D
Kamu  tau balok? Iya, bangun ruang yang berbentuk kotak dengan salah satu sisinya yang berhadapan lebih panjang. Percayakah kamu jika orang Banten suka makan balok?? Ini serius loh..

IPS sebagai ‘Ilmu Mendidik’ Bangsa

Ilmu Pengetahuan Sosial atau lebih populer disebut IPS sudah tidak asing lagi bagi kalangan pelajar sejak Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Banyak orang yang memandang IPS sebelah mata dan dianggap lebih rendah atau tidak lebih baik dari IPA sehingga kurang diminati oleh para pelajar, khususnya siswa siswi SMA yang hendak memilih jurusan. Maka tak heran jika jumlah siswa IPS selalu lebih sedikit daripada siswa IPA. Berdasarkan data yang didapat dari salah satu situs SMA di Jember mengatakan bahwa kebanyakan siswa memilih jurusan IPA karena faktor gengsi walaupun sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuannya. Selain itu, jurusan IPA dianggap lebih luas dari IPS, salah satunya jika hendak masuk perguruan tinggi dari jurusan IPA bisa mengambil jurusan IPS tetapi tidak berlaku sebaliknya. Entah dari mana pemikiran yang mengatakan IPS itu lebih  “sempit”. Sebenarnya antara IPA dan IPS memiliki peran masing-masing yang sangat penting bagi kehidupan. Tidak ada yang lebih baik diantara kedua bidang ilmu pengetahuan tersebut, baik atau tidaknya tergantung dari individu masing-masing bagaimana kemampuan dan kemauan untuk belajar.
Jika dikaji lebih dalam, Ilmu Pengetahuan Alam lebih mengarah kepada kemampuan Hard Skill, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan untuk pengembangan Soft Skill. Menurut L.H. Clark (1983) bahwa titik berat studi sosial adalah perkembangan individu yang dapat memahami lingkungan sosialnya, serta manusia dengan kegiatan interaksi antar manusia, dan diarahkan agar dapat menjadi manusia yang produktif dan dapat berkontribusi dalam kehidupan masyarakat. Sementara itu, Arthur G. Binning dan David H. Binning (1982) mengatakan bahwa studi sosial adalah mata pelajaran yang berhubungan langsung dengan perkembangan dan organisasi masyarakat manusia dan manusia sebagai anggota dari kelompok sosial.

Selasa, 05 November 2013

Kibarkan Merahku Kembalikan Putihku


Disini aku dilahirkan
Di sebuah negeri yang kaya nan indah
Indah karena kebersamaan
Kebersamaan dalam keberagaman

Merah darahku, putih tulangku
Merah untuk perjuangan
Putih untuk kesucian
Merah putih semangat negeriku

Namun kini,
Merah tak lagi merah perjuangan
Putih tak lagi putih kesucian
Merah putihku telah pudar
Digerus waktu yang terus berputar

Senin, 04 November 2013

[Koleksi] Bis ML & CAL


ini adalah kumpulan foto bis dengan ciri khas warna putih-hijau, bis ini asli dari Gunungkidul.
MAJU LANCAR melayani trayek Wonosari - Jakarta dsk, sedangkan sauaranya CITRA ADI LANCAR adalah bis patas melayani trayek Jogja - Cirebon & Jogja - Kuningan
foto-foto ini adalah koleksi pribadi hasil hunting di Jogja
Si Meong Jetbus HD

Scorpion King

evolution